 | Dari Sudut Ruangan | Mar 7, 2009 |
Hi. Ap304 adalah salah satu ruangan di FSRD Trisakti, tempat aku mengelola blog ini. Isi blog seputar seni rupa dan desain serta kegiatan di lingkungan FSRD, khususnya DKV.
 Aku sudah lama -lamaaaaa sekali- gak buka blog ini, lantaran keasikan dengan blog yang lainnya. Foto ini berkaitan dengan artikel di blog Materi Ajar Ap304's Blog dengan judil yang sama. Untuk baca artikelnya silahkan kunjungi http://ap304,wordpress.com/
Disertasi Zuliansyah Diteliti Sebelum Gelarnya Dicabut JAKARTA -- Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Akhmaloka mengatakan masih menunggu penyelidikan disertasi Mochammad Zuliansyah oleh tim kecil bentukan Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika ITB. Rektor memberi waktu satu minggu kepada tim ini untuk melakukan pemeriksaan mendalam. "Saya beri waktu satu minggu kepada tim kecil untuk mendalami disertasi Zuliansyah, yang menjadi dasar pemberian gelar doktor. Saya tunggu laporannya Rabu nanti," katanya saat dihubungi melalui telepon kemarin. Menurut Akhmaloka, ITB telah menyiapkan sanksi pencabutan gelar apabila di dalam disertasi mantan dosen ITB tersebut ditemukan unsur penjiplakan. Untuk menghindari kesalahan dalam pengambilan kesimpulan, Akhmaloka meminta tim kecil melakukan penyelidikan secara hati-hati. "Sebelumnya, ITB belum pernah mencabut gelar doktor lulusannya," kata dia. Zuliansyah telah mengakui bahwa makalahnya yang berjudul "Model Tipologi Geometri Spasial 3 Dimensi" merupakan jiplakan dari makalah ilmuwan Austria, Siyka Zlatanova, yang berjudul "On 3D Topological Relationship". Makalah jiplakan tersebut dipresentasikan di Chengdu, Cina, pada 2008. Saat itu, dia baru saja diwisuda sebagai doktor di ITB dengan disertai yang topiknya mirip makalah itu. Lebih jauh, Akhmaloka memastikan ITB belum menghitung credit point atau kum tiga dosen yang namanya tercantum dalam makalah tersebut. Karena itu, dia memastikan tidak ada masalah dengan ketiga dosen tersebut. Credit point biasa digunakan untuk menghitung kenaikan pangkat dosen. Setelah Zuliansyah mengakui telah menjiplak jurnal terbitan luar negeri, Akhmaloka curiga makalah Zuliansyah yang lain juga hasil jiplakan. Menurut dia, makalah yang terbit di majalah Makara terbitan Universitas Indonesia tersebut terindikasi sebagai hasil jiplakan dari karya ilmiah lain. "Tapi kami tidak pelajari karena majalahnya bukan terbitan kami," dia menjelaskan. Penjiplakan oleh Zuliansyah membuat Rektor ITB dihujani keluhan dari dosen, mahasiswa, dan alumni ITB. Menurut dia, pihak-pihak tersebut merasa sangat kecewa atas kejadian ini. "Kami berharap citra ITB tidak menurun setelah kejadian ini." ANTON WILLIAM
|  | 1,2 = di Tanah Lot Bali 2008 |
Minim Karya Ilmiah dari PT Republika. Karya tulis yang diterbitkan dalam bentuk buku di kalangan perguruan tinggi (PT) masih minim. Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya Prof. Dr. Nur Syam MSi. menyatakan, kenyataan itu menjadi tantangan bagi kalangan perguruan tinggi dan akademisi. ”Terlebih dengan makin merebaknya kasus plagiat karya ilmiah di sejumlah PT. belakangan ini.” katanya. Pernyataan ini dikemukakan untuk menjawab pertanyaan terkait kasus dugaan penjiplakan karya ilmiah untuk meraih gelar guru besar. Menurut dia, guru besar adalah lambang kualitas akademis yang mestinya menghasilkan karya-karya akademik seperti buku. Realitasnya karya guru besar dalam bentuk buku juga masih sedikit. Dia mengungkapkan, dalam tahun 2008, buku yang diterbitkan di Indonesia sekitar 10 ribu. Dari jumlah itu hanya delapan persen yang diterbitkan oleh kalangan perguruan tinggi. ”Itu pun sebagian besar merupakan cetak ulang dan hasil terjemahan buku-buku teks luar negeri.” ungkapnya. Dilihat dari jumlah jurnal ilmiah di Indonesia juga masih memprihatinkan.Jurnal ilmiah di Indonesia untuk skala internasional dinilai masih sangat rendah, ekitar 0,012 persen. Jumlah itu sangat kecil dibandingkan Malaysia yang mencapai 0,179 persen atau nepal yang mencapai 0,014 persen. Menurut dia, rendahnya jurnal dan buku ilmiah bisa dikaitkan dengan banyak atau sedikitnya karya akdemis para dosen, termsuk guru besar. Padahal, lanjut dia, fungsi guru besar sebagai pendidik profesional dan ilmuwan, yakni mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
JAKARTA, KOMPAS. kom - Perguruan Tinggi Swasta (PTS) saat ini semakin terdesak. Persaingan tidak saja dengan lebih 2.600-an PTS, tetapi juga oleh PTN yang membuka berbagai program masuk yang dosen dan fasilitasnya dibiayai negara. Bahkan, belakangan perguruan tinggi asing yang kian gencar berpromosi dan mengundang calon mahasiswa menghadiri pameran pendidikan tinggi luar negeri, bisa mengancam eksisitensi PTS di Indonesia.
Pakar Branding dan direktur Etnomark consulting Amalia E. Maulana, mengemukakan hal itu (beberapa waktu yang lalu. Ap304) di Jakarta. Agar PTS bisa terus eksis bisa menarik minat calon mahasiswa baru, pengelola PTS harus berhasil mentransformasikan konsumen dari sekedar teman menjadi sahabat kental atau kekasih.
"Konsumen yang sudah menjadi sahabat kental akan menjadi brand ambassador bagi universitas," katanya
Amalia mengingatkan, PTS jangan memberlakukan mahasiswa sebagai sekadar produk. Manajemen PTS harus secara terus menerus memastikan kepuasan costumer tercapai pada setiap tahapan interaksi dengan universitas. Jika kedekatan costumer-brand sudah mencapai tingkat sahabat kental, maka brand perguruan tinggi itu akan diusungnya.
Mahasiswa DKV FSRD Trisakti Tewas Dibunuh Novita Purnamasari, mahasiswa DKVFSRD Trisakti, ditemukan tewas di Apartemen Mediterania Tower 2, Tanjung Duren Jakarta Barat, hari Sabtu 19 September yl. Gadis 19 tahun ini diduga dibunuh hari Kamis (17/9) sebelumnya. Saat ditemukan di kamarnya, posisi korban dalam keadaan tertelungkup, berpakaian tidur dengan luka sayatan benda tajam dan jeratan terlihat di leher. Di bagian paha, kaki, punggung dan pinggang juga terdapat luka tusukan. Mahsiawi semester tiga ini memang tinggal sendirian di Apartemen tersebut, sementara ibunya, seorang janda pengusaha, tinggal di Jl. Harupat Babakan Bogor, Jawa Barat. Identitas Pembunuh Mulai Terkuak Kepolisian Sektor Tanjung Duren sudah mengantongi identitas pembunuh. Saat ini pelaku tengah diburu di sejumlah daerah. Diduga kuat pembunuhan ini bukan berlatar belakang perampokan. Pelaku tidak mengambil uang tunai berikut cek senilai Rp. 100 juta. Begitu juga dengan uang dolar senilai US$ 2.000 dan dua telepon seluler milik korban. Hanya BlackBerry milik korban yang raib. Dari sana, penyidik memperkirakan pelaku kenal dengan korban. Apalagi polisi tidak menemukan kerusakan di kamar korban. Artinya, korban memang membukakan pintu untuk pelaku. (Sumber: suaramerdeka.com, detektifromantika.wordpress.com, Koran Tempo)
Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia VII Masyarakat Kampus Usakti. Kriyasana Mahasiswa desain Grafis Indonesia (KMDGI) adalah ajang kegiatan tahunan mahasiswa Grafis Desain Komunikasi Visual se Indonesia. Mahasiswa Desain Komunikasi Visual dipertemukan pada acara ini dalam sebuah kebersamaan dengan menyelenggarakan temu karya. Biasanya, temanya sudah ditentukan sebelumnya dan selanjutnya dikembangkan oleh masing-masing universitas yang ikut serta. Bagi FSRD Usakti, ajang ini merupakan kesempatan emas untuk saling berkompetisi secara sehat, bertukar ide dan kreativitas, sehingga para mahasiswa perguruan tinggi yang ikut serta dapat lebih berkembang. Dengan bertemu langsung dan melihat karya-karya mahasiswa lain bapat memotivasi diri untuk menciptakan kreativitas yang lebih baik, selain dapat mempererat persatuan di antara mahasiswa Desain Grafis Indonesia. Ajang ini dapat juga digunakan sebagai tolak ukur bagi pembentukan generasi muda calon designer grafis yang berkualitas di masa mendatang. Pada kesempatan ini, FSRD Usakti mengirimkan delegasi 26 mahasiswa dari program studi Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan ketua pelaksana Okka Putra (091.05.280). Hadirnya delegasi FSRD Usakti di ajang tersebut diharapkan mampu bersaing dengan universitas lainnya, seperti UNS sebagai tuan rumah, BINUS, IKJ, WIYATAMA, UNIKOM Bandung, UNTAR, ISI yogya, INTERSTUDI Jakarta, ISI Denpasar, PARAMADINA Jakarta, UNESA Surabaya, ADVY Yogya, MARANATHA Bandung, UNPAS Bandung, ITHB Bandung, PETRA Surabaya dan perguruan tinggi lain yang ikut serta meramaikan acara tersebut.  Selain pameran karya para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga diselenggarakan kegiatan lain, di antaranya seminar dengan tema “Local Habit”, Lomba Lukis, Pemutaran film karya mahasiswa peserta KMDGI serta Performance Art. FSRD Usakti dalam penampilan Performance Art mempertunjukkan Tari Saman yang mendapat sambutan meriah, mampu memukau penonton. Menurut rencana, KMDGI X yang akan dating akan diselenggarakan di Bandung dengan tuan rumah Universitas MARANATHA. (Masyarakat Kampus Usakti, 24-3-2009)
Lukisan Komputer Djoni Djuhari Pekan yang lalu, aku ketemu Pa Djoni Djuhari, Dosen Senior FSRD Trisakti, di kampus “A” Grogol. Seperti biasa Pa Djoni, yang bertubuh besar itu, membawa tas besar. Yang menarik buat aku, bukan tas besarnya tapi dua buah album yang juga besar yang ditentengnya. “Album apaan tuh, Djon?” tanyaku. “Ini, dokumen foto lukisan-komputer,” jawabnya. Lukisan-komputer? Memang, lukisan-komputer! Anda tidak salah baca dan akupun tidak salah nulis. Lukisan-komputer. Saat aku lihat foto-foto dokumennya, aku jadi teringat ketikaka Pa Djoni memamerkan lukisan-komputernya yang pertama di ITB, Bandung, tahun 1988. Itu pameran lukisan-komputer yang pertama di Indonesia, dan mungkin pula di dunia. Pasalnya, seorang profesor pecinta seni lukis dari Perancis, saat menyaksikan pameran tersebut, berkomentar bahwa dia baru pertama kali ini menyaksikan dan mengetahui ada lukisan komputer.  Prof. Drs. A.D. Pirous, Pelukis dan Dosen Senior Seni Rupa , ITB, dalam tulisannya ketika itu antara lain mengatakan, ”Djoni Djuhari seorang pelukis yang mempunyai jalan panjang dalam dunia seni rupanya. Dia seorang yang selalu haus untuk berbagai pengalaman”. Memang, Pa Djoni, dosen m.k. Multimedia DKV, banyak menggeluti berbagai bidang kesenirupaan, seperti fotografi, tekstil, percetakan, seni boneka & wayang, audio-visual & animasi komputer. Menurut A.D.Pirous ”Keterlibatannya dalam dunis audio-visual dan animasi semakin jauh setelah mendapat kesempatan untuk studi lawatan ke beberapa negara, seperti Singapura, Malaysia dan Perancis (Universitas Poitiers)”. ”Setelah melalui jalannya yang panjang, Djoni akhirnya sampai kepada sesuatu hal yang baru dalam perkembangan dirinya. Di dalam dunia komputer dia mulai dapat memadukan berbagai kecakapan yang dikembangkannya selama ini. Jadilah dia seorang perintis citra baru, kemungkinan baru, dan tanggapan baru dalam perjalanan seni rupa kita: Seni Rupa Komputer, Computer Art atau l’Art Dinatur".  Dalam lukisan-komputernya Pa Djoni menggunakan komputer hanyalah sebagai alat (tool) atau media belaka, tak ubahnya seperti kuas, pisau palet, pensil, cat, tinta, atau alat lainnya. Apa yang tertuang dalam lukisan-komputernya adalah hasil ungkapan perasaan dan imajinasinya yang digoreskan melalui tetikus (mouse) sebagai kuasnya dan layar komputer sebagai bidang gambar-awalnya. Dengan demikian, apapun alat yang dipergunakannya yang penting adalah orangnya, atau pelukisnya. Bincang-bincang dengan Pa Djoni, katanya "Bagi pelukis, terwujudnya sebuah lukisan karena adanya pelukis yang berkreasi melalui material sebagai media ekspresinya. Dia menjelmakan imajinasinya menjadi realita baru di atas bidang gambar atau kanvas. Imajinasi sampai pada pelukis melalui penghayatan spirituil terhadap pengalaman visuil dari hubungannya dengan alam dan lingkungan kehidupan pelukis, baik fisik maupun spirituil. Ruang lingkup imajinasi tidak terbatas, bias memuncak sampai tingkatan pandangan jagat raya dengan manusia sebagai titik pusatnya”.  Kapan pameran Lukisan-komputernya lagi, Djon? (Gandjar Sakri)  Foto: Koleksi Djoni Djuhari
Indonesia bakal memiliki perpustakaan termodern, terbesar dan terindah di dunia yang akan berlokasi di Universitas Indonesia (UI) Depok, di areal seluas 2,5 hektar. Demikian saya baca di blog: mbakdloh.wordpress.com. Pihak Rektorat UI dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu 30 Mei 2009, menyebutkan, gedung perpustakaan yang memiliki luas bangunan 30.000 m2 serta terdiri atas delapan lantai yang pemancangan tiang perdananya dilakukan Senin 1 Juni 2009 itu, pembangunannya ditargetkan selesai Desember 2009. Deputy Director Corporate Communications UI Devie Rahmawati menyatakan, proyek yang merupakan pengembangan dari perpustakaan pusat yang dibangun tahun 1986-1987 itu didanai oleh pemerintah dan industri dengan anggaran sekitar Rp.100 miliar. Gedung perpustakaan tersebut dirancang dengan konsep "sustainable building" yang kebutuhan energinya menggunakan energi matahari (solar energy). Area baru tersebut bebas asap rokok, hijau serta hemat listrik, air dan kertas. Perpustakaan pusat UI tersebut akan mampu menampung sekitar 10.000 pengunjung dalam waktu bersamaan atau sekitar 20.000 orang per hari, selain itu juga akan menampung 3-5 juta judul buku. Siste ICT mutakhir juga akan melengkapi perpustakaan tersebut sehingga memungkinkan pengunjung leluasa menikmati sumber informasi elektronik seperti e-book, e-journal dan lain-lain. Perpaduan gaya arsitektur yang unik serta lokasi perpustakaan di tepian danau Kenanga UI yang ditumbuhi pepohonan besar berusia 30 tahun akan merupakan keindahan bagi perpustakaan tersebut. (ant)-GS. ______________________________________ Foto: Balairung UI tepi danau. Sumber: http://wahyuhidayat76.files.wordpress.com/
Sejumlah 43 Mahasiswa Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti (FSRD Usakti) mengikuti kuliah lapangan Seni Mode di desa Trusmi, Cirebon, pada tanggal 25 Mei 2009. Kuliah-kuliah Sejarah dan Tinjauan Seni Mode serta Konsep Desain Mode diberikan di kelas, kemudian untuk pelaksanaan konsep fashion dan estetikanya harus dilaksanakan di lapangan. Mahasiswa ditantang studi dalam lingkungan budaya batik Trusmi, melihat, mengembangkan dan memilih warna, corak, bahan tekstil serta menetapkan "suasana ruang" menuju ke presentasi karya seni mode dalam Ujian Akhir Semester 2009.  Kesan mahasiswa : "Senang, tetapi ia ya ........ sulit jadi desainer ......... untung gue love banget sama seni Mode ..... he he he ... pokoknya 'fashion and fashionable'. Kuliah lapangan Seni Mode dipimpin oleh Prof. Yusuf Affendi dengan Dosen Pendamping Dra. Hj. Sri Anggarini, MA. Bertindak sebagai Koordinator Kuliah Lapangan Hj. Nina Karsinah, SSos. Peristiwa diabadika oleh juru kamera Herman Sepu, Iwan dan Dwijayanto dari DKV. (YA)    Foto : Dwijayanto, Iwan, Herman Sepu - Dosen Seni Mode Prof Yusuf Affendi "dikepung" mahasiswa untuk konsultasi desain
- Ibu Sri Anggarini, sudah ada yang dipilih Bu?
- Dosen dan mahasiswa akrab dalam pross pembelajaran mode.
- Ah, Bu Nina masih pilih-pilih, yang ini bagus, yang itu cantik, yang lainnya pengen
- Yang love fashion rame-rame nampang. Ada gambar onyet ikut nampang.
Mahasiswa pengguna situs jaringan sosial Facebook memiliki peringkat yang lebih rendah di kampus daripada yang tidak menggunakannya. Demikian saya baca di koran Media Indonesia terbitan Kamis 16 April 2009. Hal ini berdasarkan survai yang dilakukan Aryn Karpinski, peneliti pendidikan Ohio University. Dalam penelitiannya, Karpinski menemukan bahwa pengguna Facebook pada mahasiswa sekitar 85%, sedangkan pengguna Facebook pada yang telah lulus sekitar 52%. Juga ditemukan bahwa mahasiswa pengguna Facebook memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) paling tinggi antara 3.00-3.50, sedangkan mahasiswa yang bukan pengguna IPK-nya bisa lebih tinggi, yakni antara 3.50-4.00. Para pengguna situs juga memiliki waktu belajar antara satu hingga lima jam per minggu, sedangkan yang tidak menggunakan Facebook memiliki waktu belajar 11 - 15 jam per minggu. Di samping itu, mahasiswa yang bekerja lebih sedikit yakyunya yang terbuang untuk Facebook. (Media Indonesia.*/Livescience.com/X-5). GS  ---------------------------- Foto:www.swaberita.com
 Seorang mahasiswa peserta UTS susulan Teknik Presentasi (Th.2004) menulis pada kertas jawaban soal sbb.: "Maaf Pak, saya cuma bikin satu, soalnya yang lainnya saya nggak tau ... jadi harap maklum". Dan yang satu itu pun salah, sementara nilai peserta lainnya berkisar antara 66 - 100). Aya-aya wae. (GS)
| Hari Selasa 24 Maret, telah dilangsungkan FORUM studi DOKTOR Seni Rupa & Desain, berupa Saresehan dengan judul "The Hidden Science of Art" (Unsur abu-abu dalam Pengetahuan Seni dan Desain) di Gedung-R lantai 1 FSRD Usakti. Pembicara utama dalam Saresehan tersebut DR. Dharsono, MSn. (ISI Surakarta) membawakan makalah yang berjudul "Pohon Hayat", suatu kajian mistika filsafati dengan pendekatan konsep Tri-buana dan Mandala. Sedangkan Drs. Arief B. Datoem MSc. sebagai Penyanggah-1 mengetengahkan bandingan dengan makalahnya "Debus" (Konsep Kedigdayaan dalam Debus Banten), sebuah pengamatan mendalam dengan pendekatan etno-fotografi fenomenologis. Sementara DR. Ahadiat Joedawinata, Penyanggah-2, merangkum kedua pembicara terdahulu dengan makalahnya "Sentuhan Emosi dalam Desain". Bertindak sebagai Moderator Prof Yusuf Affendi D, MA. Dekan FSRD Usakti. Dalam pembukaannya, yang juga ditekankan dalam penutupan, Prof. Yusuf Affendi mengemukakan bahwa maksud diadakannya Forum studi Doktor ini ialah untuk melatih dan membiasakan kita berpikir berat, berdiskusi dalam lingkup keilmuan dengan standard program Doktor, serta memotivasi peserta dalam rangka menjaring di antara para dosen untuk melanjutkan studinya ke tingkat Doktor. Rencananya, Forum studi Doktor ini akan berlanjut diselenggarakan setiap bulan satu kali. Saresehan yang berlangsung selama 4 jam ini, dihadiri Prof. Pamuji Suptandar, DR. Sukria, DR. Hadiwaluyo, DR. Pantas L. Tobing, para pimpinan Fakultas, para dosen dan asisten dosen yang memadati ruangan. Sayang, karena terbatasnya waktu, tanya jawab yang berlangsung bebas dan akrab, hanya dibuka satu sesi untuk tiga orang penanya. Mudah-mudahan pada Forum berikutnya lebih banyak hadirin yang mendapatkan kesempatan bertanya. Gimana, setuju? (GS) Foto. Kalpataru: http://siwagrha.wordpress.com/. Foto. Saresehan: Iwan (FSRD) | | |
Proses Pelaksanaan UAS m.k. Seminar - Mendaftar ikut m.k. Seminar di AP304: Perorangan / Kelompok ( 2-3 orang)
- Tunggu pengumuman penentuan Nomor Kelompok dan Dosen Pembimbing
- Sambil menunggu pengumuman titik 2, tentukan topik bahan makalah seminar dan buat sinopsisnya. Buat 3 pilihan
- Hubungi Dosen Pembimbing, ajukan topik, adakan diskusi, buat perjanjian dengan Dosen Pembimbing tentang waktu asistensi (hari, tempat, jam). Setiap mengadakan asistensi bawa kartu asistensi Seminar (tersedia di Lab AV/ AP304 & Posko lantai 2) Untuk ikut UAS Seminar minimal 6 kali asistensi dengan Dosen Pembimbing
- Bentuk makalah Seminar seperti tulisan untuk Jurnal (Tidak pakai Bab. Contoh dapat dilihat di AP304)
- UTS Seminar dilaksanakan oleh Dosen Pembimbing masing-masing, berupa penilaian terhadap bagian Pendahuluan makalah
- Dua minggu sebelum hari UAS diadakan tukar menukar makalah dengan kelompok lain
- UAS Seminar dilaksanakan pada penghujung UAS mata kuliah lainnya (setelah UAS mata kuliah lain selesai)
- Bila ada masalah / pertanyaan, hubungi koordinator m.k. Seminar Drs. Gandjar Sakri di AP304, atau tulis comment. GS

Arial termasuk jenis huruf sans serif, font tanpa kait, seperti Tahoma, Trebuchet, Verdana. Tulisan ini dibuat dengan font Arial. Menurut ilmu perhurufan (tipografi), membaca teks font sans serif lebih lama dibandingkan bila membaca teks font serif. Font serif adalah huruf berkait, seperti Baskerville, Georgia, Times New Roman. ARIAL abcde - wxyz Namun demikian, kecepatan membaca tidak selalu berarti menguntungkan. Bisa juga berakibat turunnya tingkat konsentrasi, sehingga apa yang dibaca hanya sedikit yang terekam dalam otak. Menurut Kusrianto* membaca sans serif, mata atau perhatian pembaca, dituntut untuk berjuang 10% lebih kuat untuk menangkap (pesan)nya. Untuk itu, diasumsikan bahwa informasi yang mengalir ke otak akan tinggal dan membekas lebih lama, sehingga diperoleh rekaman yang lebih baik. Selanjutnya, Kusrianto menambahkan, trik penggunaan huruf semacam ini adalah pemaksaan yang baik, agar pembaca tanpa ia sadari akan membaca sedikit lebih lama tetapi akan lebif efektif menangkap informasi yang disampaikan. Di dalam buku "Pedoman Petunjuk Pelaksanaan Tugas Akhir Program Sarjana Universitas Trisakti," tentang ketentuan huruf, jenis huruf yang digunakan adalah font standard komputer yaitu Times New Roman atau Arial. FSRD menentukan font Arial baik untuk menulis Skripsi / Pengantar Tugas Akhir maupun untuk menulis makalah m.k. Seminar dan Laporan Kerja Profesi. Berangkali ada hubungannya dengan hal diatas, mengapa FSRD memilih font Arial (sans serif). Agar dosen pembimbing bacanya lambat tapi cermat. Giiitu kaleee? GS Tulisan terkait: http://simpay-gandjarsakri.blogspot.com/2009/2/arial-bagi-yang-suka-kutak-ketik-di.html/ ------------------------------------------------------- * Adi Kusrianto. Tipografi Komputer Untuk Desain Grafis. Jakarta: Gramedia, 2004
 | Simpay | Mar 13, '09 2:47 AM for everyone |
Kata animasi berasal dari bahasa Belanda = animatie. Dalam bahasa Inggris = animation, to animate = menggerakkan, menghidupkan. (Ingat "animisme" = suatu kepercayaan bahwa benda mati: patung, batu, pohon besar, mempunyai jiwa / hidup). Jadi, film animasi ialah film yang menghidupkan / menggerakkan gambar / benda mati. Dasar film animasi adalah ilusi. Dalam ilmu jiwa, ilusi adalah salah pengamatan terhadap perangsang yang ditangkap oleh mata. Contohnya, pada malam hari bayangan daun pisang yang bergerak-gerak ditiup angin, ditanggapi seperti orang mengendap-ngendap. Ilusi pada film animasi ialah gambar / benda diam diamati seperti bergerak, (karena pergantian gambar yang begitu cepat). Film animasi ialah usaha menciptakan ilusi. Gambar / benda yang diam nampak bergerak / hidup. GS.

Acara melepas Sarjana Baru FSRD Tahun Akademik 2008-2009, dilangsungkan pada hari Senin, 2 Maret 2009, pukul 11.00 siang, bertemapt di AP101. Dihadiri Dekan FSRD, para Pudek, Ka Jur, Ka Prodi, dosen, karyawan serta para sarjana-baru FSRD tahun AK. 2008-2009. Acara berlangsung lancar dan penuh kegembiraan. Akan tetapi, menurut saya, ada sedikit kekurangan. Yang namanya melepas (saya tidak bilang "pelepasan", ya!) berarti akan ada perpisahan. Ya, perpisahan antara dosen dan mantan mahasiswanya, antara mantan pembimbing dan mantan yang dibimbingnya, antara karyawan dan yang pernah dilayaninya. Setelah bergaul sekian lama, sekarang harus berpisah dan mungkin tidak akan bertemu kembali. Seyogianya, karena akan berpisah, ada-lah sedikit rasa haru.  Kalau kita perhatikan, dalam beberapa kali acara melepas sarjana-baru FSRD, setelah menerima amplop nilai dan berjabatan tangan dengan Dekan dan para pejabat fakultas yang duduk di kiri-kanan Dekan, pada umumnya para sarjana-baru kembali ke tempatnya masing-masing tanpa salaman atau sekedar melirik mantan dosen atau pembimbingnya. Mungkin saking gembiranya mereka lupa. Ini sekedar saran. Untuk menciptakan sedikit rasa haru dan katakanlah komunikasi terakhir, bagaimana kalau sebelum pembagian nilai, dosen dan karyawan per program studi, dimohon berdiri berjejer untuk bersalaman saat sarjana-baru FSRD kembali ke tempatnya masing-masing setelah menerima amplop nilai. Kaya halal-bihalal, gitu. Nah, disitu kesempatan bermaaf-maafan, mengucapkan selamat, mengucapkan terima kasih dll. Gimana, setuju? Atau mungkin ada pendapat lain? (GS) ___________________________________________________ Foto : Iwan. FSRD
| Tahun 2009 ini, Fakultas Seni Rupa & Desain (FSRD) Trisakti memperingati hari jadinya yang ke-40 tahun, yang jatuh pada bulan Maret. Untuk menandai tahun yang bersejarah ini telah diciptakan sebuah logo yang cantik. Logo ini didesain oleh Bambang Triwardoyo. Menurut Bambang, logo diciptakan untuk konsepsional dan operasional penyelenggaraan hari jadi yang ke-40 FSRD. Tipografi angka 40 dibuat dalam karakter unik dan mempunyai asosiasi seperti flora (daun), menunjukkan di usia yang ke-40 FSRD menjadi fakultas desain nasional / utama yang mengedepankan paradigma Go Green dan mencetak sarjana para perancang (designer) yang peduli terhadap konsep-konsep desain yang berorientasi ramah lingkungan. Huruf FSRD diolah berwarna orange, sebagai warna yang bermakna semangat dan dinamis, perwujudan dari dinamika FSRD. Menurut informasi yang diperoleh Ap304, acara-acara yang berhubungan dengan peringatan 40 tahun FSRD disebar pada bulan-bulan depan, setelah pemilu. OK-OK saja. Hidup FSRD Trisakti, semoga berjaya teruuuusss!!! (GS) | | |
| |